Brace Your Self





October 18, 2008

Kisah Bersatunya Jari Kelingking

Pada zaman dahulu kala, ada seorang putri yg sangat cantik,,, dan mempunyai cermin ajaib. Lalu dia berkata kpd cermin itu, "Cermin ajaib,, siapa yang tercantik di dunia ini?", kemudian cermin itu menjawab... "Tentu saja anda putri".
Kecantikan putri itu terdengar hingga keluar istana, dan banyak para pangeran yg ingin melamar sang putri.

Dikemudian hari sang putri mengadakan sebuah sayembara untuk para calon pangeran yang ingin menyuntingnya, namum beberapa hari sayembara itu berjalan sang putri belum juga menemukan pangeran yang cocok untuk dijadikan teman hidupnya. Sang baginda raja pun murka dan terus meminta sang putri untuk cepat-cepat menentukan pilihannya dan memberi batasan waktu hanya satu hari.


Akhirnya sang putri pasrah terhadap takdirnya dan dalam sisa-sisa pencariannya sang putri mendapatkan ide yang menurut putri akan mengantarkannya terhadap pangerannya tersebut. Dengan peserta sayembara yang tersisa hanya lima orang, sembari berjalan dihadapan calon pangeran tersebut, dengan kedua tangan dibelakang sang putri mengacungkan jari kelingkingnya dan meminta kepada kelima peserta sayembara tersebut menebak jari manakah yang putri acungkan. Para peserta pun mulai menebak satu persatu sembari mengacungkan salah satu jemarinya sesuai tebakannya, hingga pada peserta keempat tak ada yang berhasil menebak jari mana yang diacungkan oleh sang putri, hingga seorang pengeran yang menjadi peserta terakhir sayembara itu menebak dengan mengacungkan jari kelingkingnya tepat dihadapan sang putri.
Senyum manis sang putri pun menyambut sembari merangkulkan jari kelingkingnya ke jari kelingking seorang pangeran yang terpilihnya, dan sayembara pun ditutup dengan pernikahan sang putri yang terlaksana dengan meriah dan menjadi hari paling bahagia bagi keluarga kerjaaan dan semua warganya.

Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama ketika sang pangeran harus meninggalkan sang putrinya untuk pergi berperang ( Perang Salib-Red ) bersama baginda raja dan para prajuritnya. Sang pangeran akhirnnya berpamitan dan berjanji sembari saling "melingkarkan jari kelingking" bersama sang putri bahwa dia akan kembali dari medan perang.
-----
Lama sudah sang putri menunggu, 10 tahun telah berlalu, sang pangeran pergi berperang namun tak ada kabar beritanya. Hampir setiap hari ada pangeran-pangeran dari negeri sebrang mencoba melamar sang putri tersebut, namun kesetiaan sang putri lebih kuat dari tawaran harta dan jabatan dari pelamarnya. Malam-malam dingin dilalui sang putri hanya dengan tangis dan doa mengharap kabar dari pangeran tercintanya itu. Tak sedikit usaha yang dilakukan oleh kerajaan untuk mencari keberadaan sang pangeran namun tetap saja sia-sia hingga pada suatu ketika…..

Sang putri mencoba mencari dengan cara yang hampir sama ketika sayembara terdahulu, dengan mengacungkan jari kelingkingnya. Setiap hari sang putri mencoba mencari jiwa yang sama seperti sang pangeran yang hilang namun, selama beberapa hari sama saja tidak ada yang tau apa maksud sang putri mengacungkan jari kelingkingnya tersebut. Para pangeran, pemuda dan pendatang yang ingin mencoba memiliki sang putri berusaha keras mencari makna dan arti dari jari kelingking yang diacungkan sang putri tersebut, dari memberikan cincin berlian dan perhiasan lain ke jari kelingking sang putri, namun tetap saja belum ada yang sejiwa dengan sang pangeran dan bukan perhiasan pula yang dicari sang putri.

Pada hari ke 49 setelah kepergian sang pangeran, datang seorang pengemis menggunakan pakaian yang tak layak masuk lingkungan kerajaan mencoba masuk dan bertemu sang putri. Meski dihadang oleh penjaga kerajaan pengemis itu tetap nekat hingga sang putri keluar melihatnya. Karena menurut sang putri semua orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama, akhirnya sang putri tetap menemui dan mengacungkan jari kelingkingnya dihadapan pengemis itu. Dengan sedikit tak percaya pengemis itu merangkulkan jari kelingkingnya ke jari kelingking sang putri sama seperti sang pangeran terakhir melakukan hal tersebut dengan sang putri ketika berpamitan ke medan perang, wah… rasa senang dan terasa hidup kembali sang putri langsung memeluk dan tak kuasa membendung air mata kebahagiaannya dipelukan pengerannya yang hilang tanpa kabar tersebut.

Malam dingin sang putri kini kembali hangat dengan kembalinya sang pangeran, namun ketika ayam jantan berkokok dipagi harinya, sang pangeran beranjak dari tidurnya dan pergi meninggalkan sang putri dan tak pernah kembali lagi.

Ternyata malam ke 49 itu adalah malam dimana kepercayaan saat itu menilai bagi orang yang meninggal akan kembali ke dunia untuk berpamitan atau melengkapi janjinya terhadap seseorang yang masih hidup. Sang putri pun akhirnya mendapat kabar bahwa pangeran telah tewas di medan perang dan kembalinya pangeran di hari ke 49 hanya untuk berpamitan pada cinta dan janji sejatinya bahwa dia akan kembali dari medan perang.

Kemudian jasad sang pangeran ditemukan, dan setelah itu sang putri tidur di sebelah jasad sang pangeran sembari melingkarkan jari kelingkingnya ke jari sang pangeran tersebut dan sang putri pun menyusul kematian sang pangeran dengan meminum racun.


Hingga kini janji setia pasang kekasih ataupun sahabat masih dilakukan dengan cara yang sama yaitu melingkarkan masing-masing jari kelingkingnya sembari mengatakan keinginan atau janjinya terhadap seseorang tersebut.

=========================================
inspirasi: film korea judulnya lupa :p

"dikutip dari fiandigital.web.id"

No comments:

Thanks for visit my blog
© 2008 - 2013 keroco.blogspot.com


free hit counter
   

Entertainment    
eXTReMe Tracker